KENDARI, SAPASULTRA.COM - Pemerintah Kabupaten Kolaka Timur melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bekerjasama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) menggelar seminar akhir penyusunan dokumen kajian resiko bencana yang berlangsung di Hotel Fortune Kendari, Jumat (6/10/2023).
Kegiatan seminar tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kolaka Timur, Andi Muhammad Iqbal Tongasa, sekaligus menjadi narasumber dalam kegiatan bersama Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Koltim, Dewa Made Ratmawan, Kepala Sat Pol PP (mantan kepala BPBD) dan Ketua LPPM, La Ngkarisu.
Dalam kegiatan penyusunan dokumen ini mengemuka kajian upaya penanganan potensi wilayah rawan bencana yang tersebar di 12 kecamatan di Kolaka Timur. Sejumlah perwakilan OPD tehnis Kolaka Timur hadir memberikan sumbangsih saran dan masukan dalam langkah strategis penanganan resiko bencana di daerah itu.
Penyusunan Kajian Risiko Bencana merupakan upaya solutif terintegratif untuk menjadi dasar penyusunan kebijakan penanggulangan bencana di Koltim.
Upaya ini melibatkan multi sektor seperti korporasi, kampung, kampus, komunitas, dan Pemerintah kabupaten itu sendiri. Diharapkan dengan adanya peran sinergitas itu maka upaya penanggulangan bencana di Koltim mampu terespon dengan cepat dan tepat sasaran.
Sekda Kolaka Timur, Andi Muhammad Iqbal T menilai penting kegiatan ini sebagai pedoman penanganan resiko bencana di wilayah Koltim, mulai dari bencana banjir di musim penghujan, puting beliung, tanah longsor, dan kebakaran hutan dan lahan di musim kemarau.
Kegiatan ini juga kata M Iqbal bisa menggambarkan pemetaan wilayah koltim dan mengidentifikasi jenis resiko bencana di suatu desa/kelurahan, kemudian ada upaya solusi yang akan dilaksanakan pihak terkait.
“Ini sangat penting, untuk mengidentifikasi resiko bencana suatu desa/kelurahan kemudian ada solusi penanganan,” katanya.
Kajian resiko bencana Kolaka Timur ini juga urgen agar diketahui pemerintah pusat melalui kementrian terkait, sebab penanganan resiko bencana dinilai perlu kucuran anggaran besar dari APBN untuk menunjang dana APBD.
Kepala BPBD Koltim, Dewa Made Ratmawan menyatakan kinerja BPBD dalam menangani resiko bencana di Koltim cukup masif, mengidentifikasi, mendata dan melakukan langka solusi untuk penanganan secara tepat.
“Kami cukup respon dalam penangan risiko bencana ini, apalagi ditengah musim kemarau, sehingga kami fokus dalam sosialisasi waspada kebakaran dan lahan,” ujarnya.
Ketua LPPM, La Ngkarisu dalam paparan di seminar akhir mengungkapkan urgensinya pola pemetaan wilayah beresiko bencana dengan menyusun matriks data potensi resiko bencana berdasarkan indeks-indeks potensi yang ada, sehingga orientasinya ke depan langkah strategis yang dikerjakan nanti, bisa melindungi masyarakat di kabupaten berpenghuni 125.311 jiwa.
“Dokumen ini lima tahunan, bersama pemerintah kolaka timur bisa memetakan potensi risiko bencana di setiap desa/kelurahan. Pedoman penanganan risiko bencana ini juga jadi rujukan agar ke depan langkah penanganan dilaksanakan secara cepat dan tepat,” ungkapnya.
Berdasarkan sejarah kejadian bencana, terdapat empat jenis bencana yang terjadi di Kolaka Timur rentang tahun 2018-29022, yakni kebakaran hutan dan lahan dengan jumlah 40 kejadian, angin topan 24 kejadian, banjir 110 kejadian, dan tanah longsor 22 kejadian. Total korban luka-luka akibat empat bencana itu terdata 8 orang, rumah rusak berat 6 unit, dan rusak ringan 72 unit.
Tim Redaksi
Tags :







