Kendari | sapasultra.com - Pemilihan umum serentak masih jauh dengan rentan waktu dua tahun, namun sinyal genderang pilkada sudah muncul seiring mulai munculnya sejumlah nama yang digadang-gadang bakal maju di Pilgub Sultra 2024.
Helatan akbar pilkada 2024 diprediksi akan seru dengan bakal tampilnya sejumlah tokoh politik ternama Sulawesi Tenggara (Sultra).
Khusus pilkada Gubernur Sultra 2024, dipandang cukup spesial oleh banyak pihak, tak terkecuali oleh pengamat politik senior Sultra, Dr LM Bariun SH, MH.
Pasalnya, politisi handal yang siap maju di pemilihan gubernur bukan politisi sembarangan, diklaim siap diusung oleh partai besar.
Beberapa diantaranya ada nama Ketua PDIP Sultra, yang juga Wakil Gubernur Sultra, Lukman Abunawas, Andi Sumangerukka (ASR) yang bakal diusung Partai Gerindra, Politisi Golkar Ridwan BAE, Bupati Konawe Kerry Saipul Konngoasa, dan Ketua DPRD Sultra Abdul Rahman Saleh.
Berikutnya Tokoh Sulawesi Tenggara La Ode Ida yang dikabarkan bergabung dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Bupati Muna, Rusman Emba, dan beberapa tokoh dan politisi ternama lainnya.
Tentunya ungkap Bariun, nama besar mereka bakal dipertaruhkan demi merebut kursi gubernur yang bakal ditinggalkan Ali Mazi 2024 nanti.
Namun, kata Direktur Pascasarjana Unsultra itu, keinginan maju di Pilgub Sultra harus cerdas dan meyakinkan dalam menggalang koalisi partai.
Pasalnya, satu bakal calon tak cukup hanya diusung satu partai, tapi harus menggandeng partai lain sebagai kendaraan politik mereka.
"Dari delapan partai tidak ada yang melahirkan satu bakal calon, jadi harus berkolaborasi dengan partai lain," ungkap Bariun.
Pengamat politik senior Sultra tersebut memprediksi dengan komposisi partai yang ada saat maka akan ada tiga pasang bakal calon yang siap ikut dalam kontestasi Pilgub 2024.
"Prediksi saya ada tiga pasang bakal calon gubernur dengan posisi delapan partai yang ada sekarang," tukas Bariun.
Diketahui saat ini, partai-partai politik nasional yang ada yakni Partai NasDem, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional (PAN).
(UL/DN)
Tags :







