Kendari | sapasultra.com - Penyebaran penyakit hepatitis akut, mulai dikhawatirkan lembaga pendidikan, lantaran potensi penularannya rawan menginfeksi anak-anak, khususnya usia sekolah.
Pengelola sekolah pun di beberapa daerah, lebih dini berupaya membentengi para anak didiknya dari ancaman penularan hepatitis yang statusnya masih misterius itu.
Di Kota Kendari, SMP Negeri 4, intensifkan penerapan protokol kesehatan (Prokes), dimana siswa tetap diwajibkan mengenakan masker dalam proses pembelajaran di sekolah.
Kepala SMP Negeri 4 Kendari, Madina, juga mengefektifkan Unit Kesehatan Sekolah (UKS), yang difungsikan sebagai wadah pendidikan dan pelayanan kesehatan, serta pembinaan lingkungan sekolah sehat.
Di tengah ancaman penularan hepatitis akut ini, fungsi UKS dinilai penting oleh Kepala SMP Negeri 4 karena kapasitasnya bisa mengedukasi pola hidup sehat ke anak didik dan upaya maksimal mencegah potensi penyakit hepatitis melalui program penyuluhan kesehatan dari petugas puskesmas setempat.
"Jadi kami gandeng Puskesmas Jati Raya dalam hal penyuluhan kesehatan di sekolah kami, apalagi ada lagi penyakit hepatitis akut, pasti lebih intensif," kata Madina saat ditemui di ruang KS, Kamis (12/5/2022).
Waspada potensi penularan hepatitis akut di lingkungan pendidikan, sejalan dengan arahan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Kendari yang tengah menyiapkan imbauan penegakan prokes demi pencegahan penularan Covid-19 dan hepatitis misterius.
"Insya Allah, lebih dini kami upaya maksimal agar nantinya siswa kami aman dari penularan Hepatitis," tukasnya.
(UL/DN)
Tags :







