Kendari | sapasultra.com - Seorang Nenek lanjut usia, di Kelurahan Sodohoa, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) hidup memprihatinkan.
Nenek itu bernama Martia (70) diketahui hidup sebatang kara di dalam gubuk kecil berukuran 2×3 meter. Tak banyak yang bisa dilakukannya, selain hanya bisa terbaring di tempat tidur.
Kediamannya juga tampak kumuh dengan barang-barang bekas berserakan di mana-mana.
Hal itu terlihat, saat Kepolisian Daerah (Polda) Provinsi Sultra mengunjungi gubuk milik Nenek Martia, Senin (1/11/2021).
Kunjungan yang dilakukan ini dihadiri langsung oleh Kapolda Sultra, Irjen Pol Yan Sultra Indrajaya. Mereka memberikan bantuan sembako dan sejumlah uang kepada Nenek Martia.
Semua itu dilakukan sebagai bentuk kepedulian Polda Sultra, terhadap warga yang kurang mampu terlebih di situasi pandemi Covid-19.
Bhabinkamtibmas Polda Sultra, Aipda Yupi Asmar mengatakan, Nenek Martia merupakan seorang pemulung yang ada di Kota Kendari dan tinggal di perumahan pemulung yang ada di Kelurahan Sodohoa.
“Sudah hampir 10 tahun dia tinggal sebatang kara di sini. Kesehariannya memulung untuk bisa bertahan hidup,” ujarnya.
Namun, beberapa pekan terakhir kondisinya memburuk, sehingga tak bisa bekerja. Bahkan, untuk bangun dari tidurnya, Nenek Martia harus dibantu oleh tetangganya.
Makan, minum atau melakukan hal-hal lainya tak bisa dilakukan seperti dulu. Usia yang mulai rentan, ditambah penyakit yang dideritanya membuat Nenek Martia hanya bisa pasrah dengan keadaan.
Ketua RT, Alfasanah (42) mengaku, Nenek Martia adalah sosok ibu yang tak kenal lelah. Selagi sehat, dia memilih mencari sisa-sisa barang bekas dan tak ingin merepotkan orang-orang disekitarnya.
Walau usianya sudah tua dan jalan membungkuk, ia tak pernah mengeluh sedikitpun. Panas terik bahkan diguyur hujan, Nenek Martia tetap bersabar menjalani kehidupan seorang diri.
“Tapi karena dia sakit ini, makanya dia hanya harap bantuan saja dari orang lain. Ada tetangganya yang bantu-bantu juga, kadang-kadang saya juga turun di sini dua atau tiga kali dalam sehari,” bebernya.
Dia menambahkan, lingkungan sekitar Nenek Martia kebanyakan bekerja sebagai pemulung. Bahkan, tetangga-tetangganya hidup dengan kesederhanaan, sehingga hanya bisa saling berbagi jika semua kebutuhan mereka telah terpenuhi.
“Makanya kita harapkan ada bantuan dari pemerintah, agar bisa saling membantu dengan warga yang kurang mampu ini,” harapnya.
Sementara itu, Nenek Matia sendiri saat ditemui tak bisa berkata banyak. Hanya ucapan terima kasih dan senyum dibalik keriput tuanya yang bisa diberikan kepada jajaran Polda Sultra yang telah memberinya bantuan.
“Terima kasih pak Polisi,” katanya singkat.
(UL/KH)
Tags :







